Terkadang manusia perlu lari dari masalah. Agar tak terlalu penuh dunia ini
dengan orang – orang berotak miring.
Tak jarang dalam pelarian itu aku berkali – kali menangis. Sekedar melepas
emosi rasaku. Tak selalu juga curahan terbuang di tempat yang sama.
Tempat yang nyaman untuk sekedar membasahi mata, tempat yang sejuk ketika
hati dipenuhi nyala api, lalu tempat yang pantas untuk mendinginkan bara yang
mulai padam, serta tempat indah tuk sekedar menatap kemudian.
Aku lebih suka di sini. Sudah tak hanya sekali aku menikmati pelarian ini.
Tak perlu menyibukkan diri kemudian berfoya, cukup dan hanya perlu mengunjungi
tempat ini. Entah di mana saja dan bersama siapa saja dan bahkan sendiri pun
aku tak apa.
Hanya berkunjung kataku. Membasahi mata, membebaskan api, memadamkan
bara, alu menatap langit.
Langit di sini indah, seperti memiliki ilmu magis yang menarikku ke dalam
lembutnya awan. Begitupun orang sekelilingku. Terkadang aku hanya diam dan
bahagia memandang mereka dengan hiruk pikuknya. Aku tersenyum, seakan bebanku
terbunuh di serang mereka dari kota ini, entah di sudut mana favoritku. Kurasa
semua tak terkecuali.
Sering ku berlari ke sini. Terlalu banyak kenangan begitupun harapan yang
kuucap di tempat ini. Biasanya diselingi rintikan entah hujan atau air mataku.
Sungguh terlalu berkesan. Tak salah jika semua orang mengagumi tempat ini
hingga melabelkan daerah istimewa di depan namaya.
Dan Jogjakarta, aku jatuh cinta J
Jogjakarta, 20 Desember 2013
11.05 p.m
 |
| Tugu, Jogjakarta, 22 Oktober 2013 |