Senin, 01 Juli 2019

Untuk Ayah

1 Juli 2019

Hari ini adalah tepat hari ke 80 menyandang status Mrs. Angga Setiyawan.

Bangga?
Pasti.

Beban?
Iya.

Kenapa terasa sebagai beban? Predikat ini adalah status yg luar biasa besar tanggung jawabnya. Tidak bisa dg mudah diterima dan dijalani. Butuh keyakinan dan keberanian yg besar untuk mengarunginya. Lalu, dari mana aku dapat keberanian sampai aku mau melangkah sejauh ini? Tentu saja, bara ini kudapat dari seorang lelaki yg dg gagahnya datang pertama kali pada hari Ahad, 15 April 2018.

Dia adalah suamiku, Angga Setiyawan.

Begitu besar rasa terima kasihku atas bahagia yang melimpah ini.

Nak, besok Ayah ulang tahun, enaknya mau dibeliin apa?

Jangan bosan dg pertanyaan itu ya, Nak. Ibukmu ini tak pandai mencari hadiah ataupun sekedar memberi kejutan apalagi untuk Ayah. Justru Ayahmu ini yg sering kasih kejutan untuk Ibuk.

Ayahmu itu adalah sosok yg Ibuk kagumi. Tutur katanya, gerak tubuhnya, pemikiran -pemikiran 'gila'nya, bahkan tingkah lucu Ayahmu selalu membuat Ibuk takberhenti mengucap Alhamdulillah. Alhamdulillah Ibuk memiliki suami yang luar biasa sabar, yg selalu melihat suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda, yang selalu menangani masalah dengan kepala dingin. Ibuk sungguh bersyukur.

Besok Ibuk harus gimana ya, Nak?
Kapan Ibuk harus ngucapin Ayah "Selamat Ulang Tahun" yg menggemaskan?
Haruskah jam 12 malam nanti Ibuk bangun, memeluk Ayah dan membisikan ucapan serta doa Ibuk?

Nak, Ibuk belum beli kado untuk Ayah. Oh iya, hari ini ikat pinggang Ayah rusak, Nak. Apa Ibuk belikan ikat pinggang saja ya?

Tapi gak usah pakai kejutan ya. Gimana Ibuk mau bikin kejutan kalau setiap hari saja Ibuk gak bisa lepas dari Ayahmu. Dan Ayahmu pun selalu gak tega Ibuk pergi sendiri. Apalagi 3 pekan ini, Ayahmu sungguh posesif. Ayah sungguh perhatian terhadap Ibuk, terlebih untuk KITA, Nak.

Nak, nikmatilah masa berprosesmu. Kami akan setia menanti hari perjumpaan kita. Ibuk dan Ayah akan berproses juga, mempersiapkan untuk menyambutmu.

Besok, 2 Juli 2019, Ibuk mungkin gk akan belikan Ayah kado, justru Ibuk akan minta Ayah agar selalu menciummu setiap pagi, membelai dg kelembutan tangan Ayah, mendoakan dg alunan lembut suara Ayah.

Tahun depan, kita rencanakan kejutan untuk Ayah, ya Nak.
Kita berdua berdoa untuk Ayah yg hebat.
Kita bertiga saling menggenggam untuk keluarga yg bahagia.

Terima kasih untuk kehadiran di antara Ayah dan Ibuk, Nak.

Kami menunggumu, untuk 2 Juli yang menggemaskan.

*Selipan untuk Ayah*

Ayah, maafkan Ibuk ya. Tidak ada hidangan spesial untuk Ayah, tidak ada kado untuk Ayah. Hanya ada pelukan hangat yang tak mau lepas.

Sehat selalu Ayah. Semoga keluarga kecil kita selalu dilindungi Allah ya, Yah. Aamiin, aamiin.

Selamat Ulang Tahun Ayah

Dari kami yg selalu mencintai Ayah.

Senin, 1 Juli 2019
22.29

Maaf, Ibuk bandel melanggar aturan tidur jam 22.00.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar