Sebuah
pesan masuk pagi itu.
Dengan
khidmat kubaca kata demi kata diiringi tetesan air mengalir dari sudut mata.
Ucapan itu
menghentakku.
“Genap
usiamu 22 tahun semoga mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT.
Tercapai cita citanya serta sehat selalu dan lebih taqwa yaa”
Oh iya, 22
tahun lalu aku terlahir ke dunia
Dunia yang
ternyata tak seindah yang dibayangkan banyak orang
Tapi aku
berterima kasih kepada aku 22 tahun lalu
Aku bisa
menghirup udara hingga detik ini
Usaha siapa
lagi kalau bukan sosok aku 22 tahun lalu?
Hidup
ternyata tak semudah membalikkan tangan
Dan tak
seindah pelangi setelah hujan
Tapi hidup
itu berasa
Manis,
asam, juga pahit
Dua angka
kembar di tahun 2014
Tak ada
makna
Hanya
ucapan terima kasih
Dan syukur
yang luar biasa kepada sang pencipta
Untaian doa
terus menerus terucap hari ini
22 tahun
lalu, sesosok aku tercipta
Hingga
menjadi aku yang sekarang
Kemudian
akan menjadi aku bertahun tahun ke depan
*harusnya
ini di post 2 minggu yang lalu..
Semarang,
14 Agustus 2014
Aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar