Minggu, 31 Agustus 2014

Aku


Sebuah pesan masuk pagi itu.
Dengan khidmat kubaca kata demi kata diiringi tetesan air mengalir dari sudut mata.
Ucapan itu menghentakku.

“Genap usiamu 22 tahun semoga mendapat perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT. Tercapai cita citanya serta sehat selalu dan lebih taqwa yaa”

Oh iya, 22 tahun lalu aku terlahir ke dunia
Dunia yang ternyata tak seindah yang dibayangkan banyak orang
Tapi aku berterima kasih kepada aku 22 tahun lalu
Aku bisa menghirup udara hingga detik ini
Usaha siapa lagi kalau bukan sosok aku 22 tahun lalu?
Hidup ternyata tak semudah membalikkan tangan
Dan tak seindah pelangi setelah hujan
Tapi hidup itu berasa
Manis, asam, juga pahit
Dua angka kembar di tahun 2014
Tak ada makna
Hanya ucapan terima kasih
Dan syukur yang luar biasa kepada sang pencipta
Untaian doa terus menerus terucap hari ini
22 tahun lalu, sesosok aku tercipta
Hingga menjadi aku yang sekarang
Kemudian akan menjadi aku bertahun tahun ke depan

*harusnya ini di post 2 minggu yang lalu..
                                                                                    Semarang, 14 Agustus 2014
                                                                                    Aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar