Jumat, 27 Desember 2013

Bulan yang Bercerita



Aku menulis ini di sebuah acara. Tak sengaja. Jariku hanya mengikuti alunan hati. Bernard Batubara di depan ku, bercerita banyak tentang menulis. Mungkin jemariku tak mau kalah, ia terpacu cerita Bara. Begitu pun pikiran. Hanya ingin bercerita. Berawal dari bulan....

Desember, ku jumpa lagi denganmu. Bulan yang tak istimewa dan tidak juga terabaikan. Kutemukan lagi dirimu, Desember. Dengan iringan hujan di hari – harimu. Bau tanah basah yang menyengat hidungku. Seperti hari ini, ketika tanah tak lagi kering kucium genangan air menggenang di kakiku. Di sini, di bulan Desember. Setelah November dan sebelum januari. Tak ada yang istimewa di dirimu. Hanya natal yang setia dengan angka 25. Dan kembang api yang selalu bersinar di ujung malammu. Desemeber tak istimewa dan aku oun tak mengistimewakan. Justru kau yang menarikku dan mengikatku dengan ceritamu. Tapi aku tak mengabaikanmu, Desember. Air masih menyelimuti daun yang bergoyang ketika aku kutemukan kotak di ujung ruangan. Aku ingat kotak itu. Kotak milikmu Desember. Aku tak pernah mengabaikanmu. Desember, kau mengikatku, membuatku takut bertemu denganmu. Karena kau telah menariknya. menarik dia yang kucinta lantas kau antarkan dia ke dalam pelukanNYa. Aku takut bertemu denganmu karena akan terbuka luka kehilangan ini. Aku tak mengistimewakanmu Desember dan tak pula mengabaikanmu. Kau hanya ada di antaranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar