Jumat, 13 Desember 2013

Kenalan dulu yuk.. :)


Oke, well namaku Ulfa Pandu Dewanti. Udah lama sebenernya aku bikin blog ini. Tapi, gak pernah keurus. Cuma setahun kemarin aja aku sering ngeblog itu pun karena aku ada kuliah di lab komputer yang wi – fi nya on terus. Hahhaha minta nya yang gratisan. Maklum udah segede gini aku gak punya modem, kalo ada yang mau beliin aku masih nerima kok.. halah #modus .hheheh :p ehh kok sampe modem, kan tadi lagi kenalan. Yaaak nama aku Ulfa Pandu Dewanti aku lahir 21 tahun lalu di kota batik. Sekarang aku tinggal (sementara) di Semarang seperti anak kuliahan yang lain, merantau katanya. Udahlah gak usah kelamaan, apa yang mau aku tulis kali ini. Jeng jeng..... KIMIA. 
Aku mau nulis tentang Kimia, lebih tepatnya Aku dan Kimia. kenapa aku mau nulis kimia. Itu karena ada ornag yang menginspirasiku buat nulis ini. Sedikit flashback.
Kemarin minggu 8 Desember 2013 di LPPU Undip aku ikut Seminar Nasional Jurnalistik dan Kepenulisan dengan pembicara Setiawan Hendra as Kepred Suara Merdeka, Aiman Witjaksono as News Anchor and Bernard Batubara penulis muda. Nah, salah satu speaker itu mengatakan “Mulailah menulis dg hal yang paling dekat denganmu”. Dia mencontohkan “Tulislah tentang komunikasi jika kau adalah mahasiswa komunikasi”. Dari situlah aku punya ide buat nulis tentang kimia. Yaah itung - itung ini mengawali postingan blogku yang kebanyakan soal puisi. Kenapa kimia ? ya karena aku mahasiswa kimia J
Kenapa harus kimia ? padahal banyak orang yang takut sama kimia. Yaah itu cerita panjang sepanjang jalur kereta semarang – jogjakarta. Jadi gini ceritanya, ehem, sebenernya aku gak mau masuk kimia apalagi keguruan. Jurusan yang akan menjadikan kita sebgai guru, pengajar. Awalnya, aku pengen kuliah di jurusan Teknik Geologi dan maunya di Jogja. Tapi ternyata banyak penghalangnya. Yaapp, orang tua adalah penghalang terbesar. Lalu kakak, lalu biaya, lalu,, ahh terlalu panjang ceramahnya. Pokoknya harus keguruan dan itu harus ilmu eksak kalo enggak ya keguruan dg mata pelajaran bahasa inggris. Hmmm, apa sih yang ada di benak kalian kalo dihadepin pilihan matematia, fisika, dan kimia ? otakku blong waktu itu, tapi langsung aja aku bilang. “Aku mau Kiimia aja”. Yah, itu bukan tanpa alasan. Justru karena banyak alasan. Pertama aku gak suka matematika, bahkan aku pernah ikut remidial matematika TIGA KALI gara – gara gak pernah nyampai standar nilai. L mengenaskan. Alasan kedua, karena aku gak suka fisika, aku gak bisa dan gak kuat dengan rumus fisika yang menurut aku terlalu banyak pake bangett *dobel t*. Dan pilihan terakhir Cuma kimia, dan Cuma nilai kimia yang bagus, so jadilah aku mendaftar di jurusan Pendidikan Kimia Universitas negeri Semarang. Dan jeng jengg, aku ketrima setelah aku ikut tes masuk nya dg mengalahkan 3333 orang,.hahhahhaa *ini aku ngarang* :p . dan setelah itu aku gak daftar universitas selain unnes kayak temen – temen lain yg sibuk ikut SNMPTN waktu itu. Sudah cukup kata ibu, udah jalani aja kata beliau. Ya udah deh, mau di kata apa akhirnya aku resmi jadi mahasiswa Pendidikan Kimia Universitas Negeri Semarang pada tanggal 18 Agustus 2010 (hari pertama ospek).
Oyaa, ada pengalaman lucu aku sama kimia waktu SMA dulu. Sejak kelas X aku udah suka sama kimia, bahkan dari SMP aku udh tertarik. Pas SMA guru aku disiplin banget, namanya ibu Suhartiningsih. Aku suka cara ngajarnya, disiplinnya, kata temen – temen sih galak (semoga anaknya gak baca postingan ini).  Tapi aku suka kok. Justru dia yang menginspirasi aku, membuat aku jatuh cinta sama kimia dibanding fisika L . well, kelas XI nilai kimia ku terus aja naik atau stabil tapi gak pernah remidi, hehehhe J . tapi semua itu gak berjalan mulus kayak kulit bayi. Semua berbalik 180 derajat gak pake celsius di kelas XII. Calon nilai kimia ku jelek dan harus remidi biar di raport gak jadi merah. Waktu itu aku dapet nilai 61 dan itu bikin aku stress, serius aku sampe nangis di kelas. Mulai saat itu aku udh gak suka sama kimia, sebel ! sebelku berhenti di seiring berjalannya waktu. Gara – gara nilai jelek itu, aku makin rajin belajar kimia *eciyeeee* :p mungkin juga aku udah nemu caraku dan hatiku di kimia, sesebelnya aku tetep suka kimia daripada fisika apalagi matematika.
Oke kembali lagi ke masa sekarang,  sampai saat ini detik ini aku adalah mahasiswa kimia. And i proud to be chemist. J di masa kuliah ini aku makin suka dengan kimia, makin nyaman aja rasanya, gak ada halangan. Walau puuun, di beberapa mata kuliah tetep aja aku terseok seok, Kimia Fisika (lagi – lagi fisika). Jiwa kimiawan itu mulai muncul, walaupun (lagi) gak sebesar mereka yang benar – benar bisa. Aku Cuma pas – pas an gk lebih gak kurang, yang penting aku nyaman. Passion is not what you are good at , it’s what you enjoy the most. That’s enough for me. Dan akhirnya aku sampai di titik ini, semester tujuh, yang artinya skripsi udah ada di depan mataku. Gak kerasa udah 3,5 tahun aku bergelut dengan kimia, and i love it J
Aku gak akan pernah jadi aku yang sekarang tanpa guru – guruku, tanpai nilai merahku, tanpa orang tua yang ‘memaksa’ aku. I love them, i wanna say thank you.
Untuk guruku alm. Bpk. Santoso , guru IPA SMP 1 Pekalongan yang mengenalkanku kimia pertama kali.
Untuk ibu Sri Suhartiningsih, guru Kimia SMA N 1 Pekalongan *waktu aku kelas X* yang mengajarkanku akan kedisiplinan.
Untuk Bpk. Afghoni , guru kimia SMA N 1 pekalongan *kelas XI* yang membuatku lebih nyaman dan jatuh cinta dengan kimia.
Untuk Bpk. Fahmi, guru kimia SMA N 1 Pekalongan *kelas XII* yang mengajarkanku untuk bangkit dari nilai 61 .
Untuk ayah di surga sana yang selalu menyemangatiku belajar (dulu).
Untuk ibu atas support nya selama ini.
Karena kalian aku JATUH CINTA  DG KIMIA J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar