Oke, well namaku Ulfa Pandu Dewanti. Udah lama sebenernya aku bikin blog
ini. Tapi, gak pernah keurus. Cuma setahun kemarin aja aku sering ngeblog itu
pun karena aku ada kuliah di lab komputer yang wi – fi nya on terus. Hahhaha minta nya yang gratisan. Maklum udah segede gini
aku gak punya modem, kalo ada yang mau beliin aku masih nerima kok.. halah #modus
.hheheh :p ehh kok sampe modem, kan tadi lagi kenalan. Yaaak nama aku Ulfa
Pandu Dewanti aku lahir 21 tahun lalu di kota batik. Sekarang aku tinggal
(sementara) di Semarang seperti anak kuliahan yang lain, merantau katanya.
Udahlah gak usah kelamaan, apa yang mau aku tulis kali ini. Jeng jeng.....
KIMIA.
Aku mau nulis tentang Kimia, lebih tepatnya Aku dan Kimia. kenapa aku
mau nulis kimia. Itu karena ada ornag yang menginspirasiku buat nulis ini.
Sedikit flashback.
Kemarin minggu 8 Desember
2013 di LPPU Undip aku ikut Seminar Nasional Jurnalistik dan Kepenulisan dengan
pembicara Setiawan Hendra as Kepred Suara Merdeka, Aiman Witjaksono as News
Anchor and Bernard Batubara penulis muda. Nah, salah satu speaker itu mengatakan “Mulailah menulis dg hal yang paling dekat
denganmu”. Dia mencontohkan “Tulislah tentang komunikasi jika kau adalah
mahasiswa komunikasi”. Dari situlah aku punya ide buat nulis tentang kimia.
Yaah itung - itung ini mengawali postingan blogku yang kebanyakan soal puisi.
Kenapa kimia ? ya karena aku mahasiswa kimia J
Kenapa harus kimia ?
padahal banyak orang yang takut sama kimia. Yaah itu cerita panjang sepanjang
jalur kereta semarang – jogjakarta. Jadi gini ceritanya, ehem, sebenernya aku
gak mau masuk kimia apalagi keguruan. Jurusan yang akan menjadikan kita sebgai
guru, pengajar. Awalnya, aku pengen kuliah di jurusan Teknik Geologi dan maunya
di Jogja. Tapi ternyata banyak penghalangnya. Yaapp, orang tua adalah
penghalang terbesar. Lalu kakak, lalu biaya, lalu,, ahh terlalu panjang
ceramahnya. Pokoknya harus keguruan dan itu harus ilmu eksak kalo enggak ya
keguruan dg mata pelajaran bahasa inggris. Hmmm, apa sih yang ada di benak
kalian kalo dihadepin pilihan matematia, fisika, dan kimia ? otakku blong waktu
itu, tapi langsung aja aku bilang. “Aku mau Kiimia aja”. Yah, itu bukan tanpa
alasan. Justru karena banyak alasan. Pertama aku gak suka matematika, bahkan
aku pernah ikut remidial matematika TIGA KALI gara – gara gak pernah nyampai
standar nilai. L mengenaskan. Alasan kedua, karena aku gak suka fisika, aku
gak bisa dan gak kuat dengan rumus fisika yang menurut aku terlalu banyak pake
bangett *dobel t*. Dan pilihan terakhir Cuma kimia, dan Cuma nilai kimia yang
bagus, so jadilah aku mendaftar di jurusan Pendidikan Kimia Universitas negeri
Semarang. Dan jeng jengg, aku ketrima setelah aku ikut tes masuk nya dg
mengalahkan 3333 orang,.hahhahhaa *ini aku ngarang* :p . dan setelah itu aku
gak daftar universitas selain unnes kayak temen – temen lain yg sibuk ikut
SNMPTN waktu itu. Sudah cukup kata ibu, udah jalani aja kata beliau. Ya udah
deh, mau di kata apa akhirnya aku resmi jadi mahasiswa Pendidikan Kimia
Universitas Negeri Semarang pada tanggal 18 Agustus 2010 (hari pertama ospek).
Oyaa, ada pengalaman lucu
aku sama kimia waktu SMA dulu. Sejak kelas X aku udah suka sama kimia, bahkan
dari SMP aku udh tertarik. Pas SMA guru aku disiplin banget, namanya ibu
Suhartiningsih. Aku suka cara ngajarnya, disiplinnya, kata temen – temen sih
galak (semoga anaknya gak baca postingan ini).
Tapi aku suka kok. Justru dia yang menginspirasi aku, membuat aku jatuh
cinta sama kimia dibanding fisika L . well, kelas XI nilai kimia ku
terus aja naik atau stabil tapi gak pernah remidi, hehehhe J . tapi semua itu gak berjalan mulus
kayak kulit bayi. Semua berbalik 180 derajat gak pake celsius di kelas XII.
Calon nilai kimia ku jelek dan harus remidi biar di raport gak jadi merah.
Waktu itu aku dapet nilai 61 dan itu bikin aku stress, serius aku sampe nangis
di kelas. Mulai saat itu aku udh gak suka sama kimia, sebel ! sebelku berhenti
di seiring berjalannya waktu. Gara – gara nilai jelek itu, aku makin rajin
belajar kimia *eciyeeee* :p mungkin juga aku udah nemu caraku dan hatiku di
kimia, sesebelnya aku tetep suka kimia daripada fisika apalagi matematika.
Oke kembali lagi ke masa
sekarang, sampai saat ini detik ini aku
adalah mahasiswa kimia. And i proud to be chemist. J di masa kuliah ini aku makin suka
dengan kimia, makin nyaman aja rasanya, gak ada halangan. Walau puuun, di
beberapa mata kuliah tetep aja aku terseok seok, Kimia Fisika (lagi – lagi
fisika). Jiwa kimiawan itu mulai muncul, walaupun (lagi) gak sebesar mereka
yang benar – benar bisa. Aku Cuma pas – pas an gk lebih gak kurang, yang
penting aku nyaman. Passion is not what you are good at , it’s what you enjoy
the most. That’s enough for me. Dan akhirnya aku sampai di titik ini, semester
tujuh, yang artinya skripsi udah ada di depan mataku. Gak kerasa udah 3,5 tahun
aku bergelut dengan kimia, and i love it J
Aku gak akan pernah jadi
aku yang sekarang tanpa guru – guruku, tanpai nilai merahku, tanpa orang tua
yang ‘memaksa’ aku. I love them, i wanna say thank you.
Untuk guruku alm. Bpk.
Santoso , guru IPA SMP 1 Pekalongan yang mengenalkanku kimia pertama kali.
Untuk ibu Sri Suhartiningsih,
guru Kimia SMA N 1 Pekalongan *waktu aku kelas X* yang mengajarkanku akan
kedisiplinan.
Untuk Bpk. Afghoni , guru
kimia SMA N 1 pekalongan *kelas XI* yang membuatku lebih nyaman dan jatuh cinta
dengan kimia.
Untuk Bpk. Fahmi, guru
kimia SMA N 1 Pekalongan *kelas XII* yang mengajarkanku untuk bangkit dari
nilai 61 .
Untuk ayah di surga sana
yang selalu menyemangatiku belajar (dulu).
Untuk ibu atas support
nya selama ini.
Karena kalian aku JATUH
CINTA DG KIMIA J